Belanja Online

Selasa, 20 Maret 2012

Seks Lebih Hot dengan Yoga

Melakukan yoga secara rutin akan membuat tubuh bukan hanya terhindar dari berbagai penyakit. Yoga dapat membantu melancarkan peredaran darah, menguatkan dan melenturkan otot-otot, termasuk organ reproduksi. Yoga juga dipercaya mampu memperindah hubungan seksual.

Secara psikis senam dari India ini dapat memberikan ketenangan, rasa relaks dan kebahagiaan sehingga aktivitas bercinta terasa lebih menyenangkan. Dengan berlatih yoga, praktisi dapat mengurangi stres dan membebaskan ketegangan otot yang kemudian membantu mendapatkan fleksibilitas. Sehingga tidak heran, orang yang menekuni yoga bisa lebih sering mengalami orgasme dengan kualitas yang lebih dalam dan menetap lebih lama.

Yoga sangat membantu mengumpulkan energi untuk mendapatkan ketahanan tubuh yang lebih. Tubuh dengan daya tahan lama dapat mempertahankan aktivitas seksual tanpa lelah. Jadi yoga menyediakan satu dengan lebih banyak energi untuk menangani kegiatan seksual.

Salah satu cabang dalam yoga yang khusus melatih organ seks adalah kundalini yoga. Dengan kundalini, pusat saraf dan cakra pada tubuh, terutama cakra seks dapat terbuka.

Cakra seks terdapat pada tulang pelvis. Seseorang dengan cakra seks yang bersih dan aktif akan memiliki pikiran yang lebih positif dan percaya diri. Hal itu dapat memengaruhi aktivitas seksual.

Menurut instruktrur senam seks yoga di Banjarmasin, Yenny F Luntungan Wardojo, seks yoga adalah teknik perasaan yoga yang berfungsi untuk memperkuat otot di organ perempuan.

"Melalui gerakan yang rutin dan terlatih akan memperkuat pinggul dan kaum perempuan akan merasakan kelenturan pada pinggulnya," ujarnya.

Dijelaskan, latihan seks yoga tujuannya untuk keharmonisan rumahtangga. Dengan latihan seks yoga, libido akan meningkat, selain itu bisa lebih menumbuhkan kepercayaan diri karena dapat memenuhi kebutuhan perempuan untuk tampil cantik luar dan dalam terutama bagian alat vital.
============================

Seks yoga juga membantu meningkatkan sensitivitas seseorang. Latihan pernapasan membantu seseorang mengatasi kecemasan dan berpartisipasi dalam seks dengan kekuatan segar. Ketika seseorang relaks dari ketegangan dan stres, ia akan secara aktif dan mudah berpartisipasi dalam aktivitas seksual.

Ibu dari lima anak yang kerap menjadi pembicara di sejumlah seminar olahraga dan senam di wilayah Kalsel dan Kalteng ini lebih lanjut menjelaskan, yoga juga dapat memberikan manfaat lain.

"Bagi perempuan yang baru saja melahirkan dapat melakukan yoga untuk pemulihan kondisi. Kemudian pemulihan terapi psikis melalui meditasi berdasar sudut pandang olahraga, melatih kosentrasi, kesabaran diri, ketenangan batin dan melatih pernapasan," terang Yenny yang juga aktif di berbagai organisasi termasuk organisasi olahraga ini.

Sumber: TRIBUNNEWS.COM

Baca selengkapnya...

Minggu, 18 Maret 2012

Mengurangi Konsumsi Nasi Putih itu Sehat


Mulai untuk berpuasa makan nasi sepertinya baik untuk dicoba. Penelitian terbaru menunjukkan ada kemungkinan untuk mengembangkan risiko diabetes tipe 2 melalui makan nasi.

Penelitian dilakukan dengan melihat kembali empat penelitian sebelumnya yang melibatkan sekitar 350.000 orang. Hasilnya, semakin banyak makan nasi putih, maka semakin tinggi kesempatan seseorang untuk mengembangkan kondisi tersebut.

Temuan yang dimuat dalam British Medical Journal menganalisis seluruh partisipan melalui satu porsi nasi 18 gram dan faktor lain, seperti berat badan, tingkat olahraga dan diet. Selama masa penelitian (4-22 tahun), sekitar 13.200 orang mengembangkan diabetes.

Orang Asia dianggap berisiko tinggi terkena diabetes tipe 2. Hal ini disebabkan orang Asia cenderung memiliki asupan jauh lebih tinggi untuk mengonsumsi nasi dibandingkan orang Barat, rata-rata tiga hingga empat porsi dalam sehari.

Para peneliti menjelaskan bahwa terdapat efek negatif terhadap kadar gula darah karena nasi putih mengandung indeks glikemik yang tinggi dibanding nasi merah. Selain itu, nasi putih juga memiliki nutrisi yang lebih sedikit, termasuk serat dan magnesium, yang dapat mencegah diabetes tipe 2.

Indeks glikemik merupakan ukuran seberapa cepat glukosa dilepaskan kedalam aliran darah setelah makan. Makanan yang mengandung indeks glikemik rendah, seperti beras merah, membuat orang merasa kenyang lebih lama dan menjaga kadar gula lebih stabil.

Sumber: Ghiboo.com
Baca selengkapnya...

Sabtu, 10 Maret 2012

5 Besar Penyakit yang Sering Diidap Wanita

Penyakit bisa menyerang siapa saja. Namun, wanita lebih berisiko terjangkit suatu penyakit. Kenalilah berbagai penyakit yang sering diidap wanita, dilansir melalui Boldsky (7/3).

Osteoporosis

Saat wanita menginjak usia 40 tahun, rasa sakit dan nyeri akan menjadi teman keseharian dalam hidupnya. Penyebabnya ialah kurangnya jumlah kalsium dalam tulang. Maka, jika Anda tidak ingin duduk di kursi roda saat menginjak usia 50 tahun, mulailah menabung kalsium demi tulang yang sehat. Makan makanan berkalsium tinggi, seperti keju, yogurt, brokoli, sawi dan ikan. Selain itu, rutin melakukan olahraga agar penyerapan kalsium maksimal dan lengkapi dengan berjemur pada waktu pagi.

Serangan Jantung

Data statistik menunjukkan bahwa 10 tahun terakhir jumlah penderita serangan jantung pada wanita mengalami peningkatan dan jumlah wanita yang masih bertahan hidup dari penyakit mematikan ini amatlah sedikit. Para wanita cenderung mengabaikan rasa sakit yang dirasakan tubuhnya, seperti nyeri dada, yang diikuti nyeri pundak, mual, muntah dan sulit bernafas. Ubah gaya hidup, makan makanan sehat dan rutin berolahraga bisa menjadi cara pencegahan terbaik.

Depresi

Depresi pada wanita semakin meningkat dan menjadi akut. Baru-baru ini diketahui adanya ketidakseimbangan hormonal setelah menopause bisa menjadi penyebab utama depresi, yang memicu risiko ledakan psikotik dan keinginan bunuh diri. Lakukan kegiatan-kegiatan yang membuat diri berinteraksi aktif dengan orang lain dan tak lupa beristirahat bisa menekan produksi hormon stres.

Kanker Payudara dan Serviks

Kanker payudara merupakan pembunuh nomor satu di kalangan wanita saat ini dan kanker servik mengikuti setelahnya. Semua wanita berusia 20-50 tahun disarankan untuk melakukan pemeriksaan payudara secara teratur yang dapat mendeteksi dini kanker payudara.

PCOS

Jika wanita mengalami menstruasi tidak teratur, maka bisa saja sedang mengalami pembesaran indung telur (Polycystic Ovary Syndrome/PCOS). Umumnya, penyakit ini disebabkan gangguan hormonal yang terjadi pada masa reproduktif wanita. Gaya hidup tak sehat turut menjadi penyebab terjadinya PCOS. Data terbaru juga menunjukkan bahwa 1 dari 3 wanita diketahui memiliki PCOS dan harus dilakukan pencegahan dengan mengonsumsi makanan sehat dan menjaga berat badan.

Sumber: Ghiboo.com
Baca selengkapnya...

Senin, 20 Februari 2012

Diet Ketat Demi Langsing? Awas Tulang Keropos

Langsing memang menarik, tapi waspadai bila anda begitu ingin terlihat langsing hingga melakukan diet terlalu ketat. Bisa-bisa anda bukan tambah sehat malah terkena resiko osteoporosis di kemudian hari. Demikian para ahli Amerika Serikat memperingatkan. Ironisnya, diet yang kerap membuat lapar dengan asupan gizi tak jelas ini diikuti oleh jutaan wanita muda di dunia.

Penelitian menunjukkan bahwa tiga dari sepuluh perempuan putus asa untuk menurunkan berat badan sehingga mereka menjauhi sejumlah makanan yang diangap dapat menyebabkan tubuh gemuk.

Peringatan itu dikeluarkan setelah belajar dari kasus Gwyneth Paltrow. Aktris itu mengungkapkan bahwa dia menderita osteopenia, sebuah penipisan tulang yang dapat menjadi cikal bakal osteoporosis.

Aktris 37 tahun itu mengikuti diet ketat yang rendah keju, mentega susu dan makanan ternak lain yang merupakan sumber yang kaya kalsium penguatan tulang. Meski, sejumlah ahli juga berpendapat bahwa diet tersebut menurunkan tekanan darah dan bisa membantu mencegah kanker payudara dan usus.

Sebuah jajak pendapat dari kebiasaan makan 4.500 wanita Inggris menemukan bahwa 30 persen mengaku menghindari seluruh jenis makanan ketika mencoba untuk ramping untuk musim panas. Sebanyak 28 persen dari mereka mengaku masih mengonsumsi keju, sedangkan 11 persen mengaku mengonsumsi semua produk susu yang ada pada menu. Lebih dari empat dalam sepuluh (41 persen) memotong roti, yang, menurut hukum, diperkaya dengan kalsium.

Fakta yang mencemaskan, lebih dari seperempat responden, 26 persen, yang disurvei perusahaan suplemen Ellactiva mengatakan mereka hanya melihat kandungan lemak dan kalori label makanan, mengabaikan semua informasi lain tentang kandungan gizi mereka. Kemudian 12 persen mengatakan mereka memilih makanan berdasarkan jumlah kalori mereka, daripada nilai gizi mereka.

Kegagalan untuk membangun tulang yang kuat pada usia 35 itulah yang meningkatkan risiko osteoporosis di kemudian hari. Kondisi tersebut akan mempengaruhi tiga juta warga Inggris dan menjadi penyebab lebih dari 230,000 kejadian patah tulang setahun di pergelangan tangan, punggung dan pinggul, atau bagian-bagian yang paling rapuh.

Seorang pakar dan konsultan gizi, Fiona Hunter, mendesak perempuan tidak menjadi nilai kelangsingan jangka pendek atas kesehatan jangka panjang. Dia berkata, "Obesitas merupakan masalah berkembang tetapi kita perlu memastikan kita tidak mencoba untuk melawan ini dengan mengandalkan diet tanpa lemak," ujarnya

Memotong kelompok makanan penting untuk menurunkan berat badan, imbuhnya, hanya menyebabkan masalah jangka panjang di kemudian hari. "Sebaiknya pendidikan tentang penekanan gizi lebih diajarkan sehingga orang dapat memahami nilai-nilai gizi makanan." ungkap Hunter.

Badan Standar Makanan mengatakan orang dewasa harus bisa mendapatkan 700 mg kalsium per hari yang mereka butuhkan dari variasi makanan atau seimbang. Sumber yang baik selain roti dan produk susu adalah brokoli dan kubis, tahu dan kacang. Sarden, pilchard dan ikan lain yang memungkinkan kita makan tulang juga kaya mineral. Mereka yang mengandalkan suplemen harus menyadari bahwa mengasup lebih dari 1.500 mg sehari dapat menyebabkan kram perut dan diare.

Seorang juru bicara untuk National Osteoporosis Society berkata, "Penelitian terbaru ini menyoroti kecemasan bahwa citra tubuh dapat berpengaruh pada kesehatan tulang. Baik kalsium dan lemak memainkan peran dalam membangun tulang sehingga diet ketat yang menghilangkan lemak sepenuhnya dapat merusak. " ungkapnya "Ada banyak tekanan untuk menjadi langsing, tapi harus mencoba untuk tetap wajar, karena kesehatan tulang tak dapat diprediksi.'' imbuhnya lagi.

Untuk menghindari resiko osteoporosis, Fiona menegaskan diet seimbang adalah jawabannya. "Kita semua perlu sedikit lemak dalam makanan kita dan kalsium adalah kuncinya. Selain itu, sumber kalsium non-susu seperti buah kering, sayuran berdaun hijau, biji wijen dan tahu juga bagus untuk dikonsumsi."

Sumber: REPUBLIKA.CO.ID, LONDON

Baca selengkapnya...

Rabu, 08 Februari 2012

Tiga Rahasia Perut Ramping


Punya perut ramping dan rata sekarang bukan lagi sekadar mimpi indah. Jadi, untuk Anda yang berniat meratakan perut, ada tiga hal yang bisa membantu. Syaratnya, lakukan secara optimal dan pastikan perut ramping menjadi milik Anda.

Pilih makanan yang tepat

Pilih makanan yang sehat dan kaya dengan lemak baik
Santaplah alpukat. Lemak baik dalam buah ini akan membantu menyingkirkan lemak dari perut Anda.

Makan cokelat. Carilah cokelat yang mengandung 70 persen kakao untuk hasil yang maksimal

Jangan lupakan almond. Dalam satu studi terungkap, para pelaku diet yang menyantap satu genggam almond setiap hari dapat menghilang sekitar 18 persen lemak perut.

Pakailah baju yang menunjang

Agar motivasi makin kuat, cobalah sejumlah baju yang berukuran lebih kecil. Jika Anda mengenakan busana Muslim, tentu saja, pakaian seperti ini hanya bisa dikenakan saat berada di rumah. Namun, jadikan baju kecil ini sebagai motivasi kuat untuk merampingkan perut.

Atau, bisa juga memakai baju dengan motif vertikal yang terlihat dapat merampingkan tubuh dengan salur hitam di bagian pinggang.

Olahraga

Pilihlah gerakan-gerakan yang dapat merampingkan perut. Untuk itu, cobalah tanyakan pada para ahlinya.

Sumber: REPUBLIKA.CO.ID

Baca selengkapnya...

Jumat, 13 Januari 2012

8 Bahan Makanan yang Dapat Memerangi Selulit

Coba cek paha Anda, bagian bawah bokong, atau bagian bawah perut. Jika tekstur kulit Anda di area tersebut cenderung kasar, bergelambir, dan bergurat-gurat penuh lemak, itulah selulit. Selulit bukan hanya masalah yang dialami orang-orang bertubuh gemuk. Bahkan pada yang bertubuh kurus pun, terkadang selulit dapat ditemukan terutama di paha dan bokong.

Selulit disebabkan oleh banyak hal, di antaranya hormon, pola makan, gaya hidup yang tidak sehat, pakaian dalam yang terlalu ketat, dan faktor genetis. Selulit juga tak dapat dihilangkan secara permanen, namun kita bisa mengurangi penumpukan lemak di bawahnya dan membuat selulit terlihat berkurang dan penampakannya tersamar.

Berikut ini delapan bahan makanan yang dipercaya bisa memerangi selulit:

1. Blueberry

Buah mungil berwarna biru ini mengandung polyphenol yang sudah terbukti dapat mengurangi penumpukan lemak.

2. Sayuran hijau, kacang-kacangan, dan bawang putih

Bahan-bahan makanan ini memperkuat fungsi hati sehingga metabolisme tubuh dalam mengusir lemak menjadi lebih cepat.

3. Lemon

Sari lemon membantu mengusir racun dari dalam tubuh, termasuk lemak yang tak sehat. Agar lebih efektif, campurkan lemon dengan teh herbal atau teh jahe.

4. Jus hijau
Setiap hari, sempatkan mengonsumsi jus timun atau jus lain yang terbuat dari sayuran segar dengan kandungan serat yang tinggi.

5. Minyak zaitun

Tinggalkan minyak goreng yang diproduksi di pabrik dan sudah melewati berbagai proses pemanasan yang tak sehat. Gantikan dengan minyak zaitun yang bukan hanya lebih sehat tapi juga lebih enak.

6. Tauge

Tauge dan jenis-jenis kecambah lain memiliki kandungan enzim yang bahkan lebih tinggi dair sayur dan buah. Enzim ini sangat membantu dalam proses pencernaan.

7. Pepaya dan nanas

Sama seperti tauge, kedua buah ini juga memiliki kandungan enzim yang tinggi yang membantu tubuh mencerna bahan makanan termasuk lemak dengan lebih efektif.

8. Air mineral

Jangan bosan membaca artikel yang mengingatkan Anda untuk minum air mineral minimal 8 gelas sehari. Ini adalah kunci penting bukan hanya untuk menjaga kesehatan, tapi juga merawat kecantikan.

Sumber:
Baca selengkapnya...

Sabtu, 05 November 2011

Ubah Gaya Hidup Hindarkan Remaja Terserang Osteoporosis

JIKA berfikir penyakit osteoporosis hanya menyerang usia lanjut, pikiran Anda salah. Mengapa? Karena faktanya, penyakit memburuknya kepadatan tulang lebih cepat dari yang diperoleh secara alami direstrukturisasi oleh tubuh, juga menyerang kalangan usia produktif antara usia 25-35 tahun.

Dewie Darmawan (53), salah seorang penderita osteoporosis yang disebabkan faktor hormonal. Selama delapan tahun, karyawan stasta ini menderita penyakit itu yang awalnya dianggap gejala sakit pinggang dan lutut biasa, sehingga dibiarkan begitu saja karena dianggap tidak mengganggu.

"Pekerjaan di kantor menuntut berada di ruangan hampir setiap hari sehingga tubuh saya tidak bertemu matahari. Belakangan saya sadar kurangnya paparan sinar matahari membuat tulang mengalami gangguan sehingga terkena penyakit ini," kata Dewie saat kegiatan Anlene Boneversation Class yang diikuti puluhan wartawan di Jakarta, belum lama ini.

Celakanya, ia juga bukan termasuk orang yang gemar mengonsumsi susu dan lebih memilih keju sebagai pengganti susu. Ia berpikir itu sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan kalsium tubuhnya. Namun, makin lama dibiarkan rasa nyerinya kian hebat. Ia memutuskan memeriksakan diri ke dokter.

"Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, saya pun dinyatakan menderita Osteoporosis yang disebabkan faktor hormonal dan aku memulai kehidupan dengan penyakit ini serta menjalani pengobatan," ungkapnya.

Dewie tidak sendiri. Mengutip International Osteoporosis Foundation (IOF) tahun 2009 menyebutkan bahwa pada usia 35 tahun, satu dari tiga orang di kawasan Asia berisiko menderita osteoporosis, bahkan pada rentang usia 25 tahun terdeteksi 25 persen di antaranya berisiko terkena penyakit tersebut.

Lantas mengapa kecenderungan menyerang anak muda? Pakar Gizi, dr Fiastuti Witjaksono MS SpGK menyatakan aktivitas yang padat juga gaya hidup yang tak sehat, dan tidak nampaknya gejala di saat masih belum parah membuat perempuan menjadi lengah. Faktor yang memberi efek negatif terhadap tulang konsumsi garam yang berlebihan, kebiasaan rokok, kopi, alkohol dan minuman bersoda.

"Pola diet atau upaya penurunan berat badan yang salah justru akan membuang kalsium. Juga konsumsi terlalu banyak garam. Juga mengonsumsi yang mengandung bahan pengawet, tanpa penyegar rasa," ungkapnya.

Ia menyarankan, kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji atau junk food dihindari, karena biasanya makanan itu mengandung bahan pengawet dan penggunaan garam berlebih. "Apalagi minuman yang mengandung soda, sudah gulanya tinggi, kafeinnya juga tinggi," ungkapnya.

Disamping itu, ada beberapa kalangan muda justru cuek-cuek saja dengan masalah berat badan. Anak muda yang menderita obesitas juga mempunyai kecenderungan terkena osteoporosis.

Sebaliknya, jika berat badan berlebih juga berbahaya. Jadi usahakan mempunyai berat badan ideal. "Jenis kelamin juga menjadi salah satu faktor risiko yang tidak bisa dihindari.

Dibandingkan kaum Adam, kaum hawa lebih rentan terhadap osteoporosis karena mereka mengalami menopause," ungkap Siti Annisa Nuhonni dari Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI) di Jakarta.

Bagi kaum hawa, menjelang menopouse maka orang harus waspada akan adanya penurunan esterogen. Pasalnya, penurunan ini akan memberikan dampak pada tulang yang menyebabkan osteoporosis atau osteopeni. Jadi sudah menjadi kodrat kaum wanita.

"Jadi jangan pernah disesali. Tulang laki-laki memang kuat dan sudah menjadi kodrat," ungkapnya.

Sumber: Tribunnews.com, Eko Sutriyanto

Baca selengkapnya...