Belanja Online

Senin, 20 Februari 2012

Diet Ketat Demi Langsing? Awas Tulang Keropos

Langsing memang menarik, tapi waspadai bila anda begitu ingin terlihat langsing hingga melakukan diet terlalu ketat. Bisa-bisa anda bukan tambah sehat malah terkena resiko osteoporosis di kemudian hari. Demikian para ahli Amerika Serikat memperingatkan. Ironisnya, diet yang kerap membuat lapar dengan asupan gizi tak jelas ini diikuti oleh jutaan wanita muda di dunia.

Penelitian menunjukkan bahwa tiga dari sepuluh perempuan putus asa untuk menurunkan berat badan sehingga mereka menjauhi sejumlah makanan yang diangap dapat menyebabkan tubuh gemuk.

Peringatan itu dikeluarkan setelah belajar dari kasus Gwyneth Paltrow. Aktris itu mengungkapkan bahwa dia menderita osteopenia, sebuah penipisan tulang yang dapat menjadi cikal bakal osteoporosis.

Aktris 37 tahun itu mengikuti diet ketat yang rendah keju, mentega susu dan makanan ternak lain yang merupakan sumber yang kaya kalsium penguatan tulang. Meski, sejumlah ahli juga berpendapat bahwa diet tersebut menurunkan tekanan darah dan bisa membantu mencegah kanker payudara dan usus.

Sebuah jajak pendapat dari kebiasaan makan 4.500 wanita Inggris menemukan bahwa 30 persen mengaku menghindari seluruh jenis makanan ketika mencoba untuk ramping untuk musim panas. Sebanyak 28 persen dari mereka mengaku masih mengonsumsi keju, sedangkan 11 persen mengaku mengonsumsi semua produk susu yang ada pada menu. Lebih dari empat dalam sepuluh (41 persen) memotong roti, yang, menurut hukum, diperkaya dengan kalsium.

Fakta yang mencemaskan, lebih dari seperempat responden, 26 persen, yang disurvei perusahaan suplemen Ellactiva mengatakan mereka hanya melihat kandungan lemak dan kalori label makanan, mengabaikan semua informasi lain tentang kandungan gizi mereka. Kemudian 12 persen mengatakan mereka memilih makanan berdasarkan jumlah kalori mereka, daripada nilai gizi mereka.

Kegagalan untuk membangun tulang yang kuat pada usia 35 itulah yang meningkatkan risiko osteoporosis di kemudian hari. Kondisi tersebut akan mempengaruhi tiga juta warga Inggris dan menjadi penyebab lebih dari 230,000 kejadian patah tulang setahun di pergelangan tangan, punggung dan pinggul, atau bagian-bagian yang paling rapuh.

Seorang pakar dan konsultan gizi, Fiona Hunter, mendesak perempuan tidak menjadi nilai kelangsingan jangka pendek atas kesehatan jangka panjang. Dia berkata, "Obesitas merupakan masalah berkembang tetapi kita perlu memastikan kita tidak mencoba untuk melawan ini dengan mengandalkan diet tanpa lemak," ujarnya

Memotong kelompok makanan penting untuk menurunkan berat badan, imbuhnya, hanya menyebabkan masalah jangka panjang di kemudian hari. "Sebaiknya pendidikan tentang penekanan gizi lebih diajarkan sehingga orang dapat memahami nilai-nilai gizi makanan." ungkap Hunter.

Badan Standar Makanan mengatakan orang dewasa harus bisa mendapatkan 700 mg kalsium per hari yang mereka butuhkan dari variasi makanan atau seimbang. Sumber yang baik selain roti dan produk susu adalah brokoli dan kubis, tahu dan kacang. Sarden, pilchard dan ikan lain yang memungkinkan kita makan tulang juga kaya mineral. Mereka yang mengandalkan suplemen harus menyadari bahwa mengasup lebih dari 1.500 mg sehari dapat menyebabkan kram perut dan diare.

Seorang juru bicara untuk National Osteoporosis Society berkata, "Penelitian terbaru ini menyoroti kecemasan bahwa citra tubuh dapat berpengaruh pada kesehatan tulang. Baik kalsium dan lemak memainkan peran dalam membangun tulang sehingga diet ketat yang menghilangkan lemak sepenuhnya dapat merusak. " ungkapnya "Ada banyak tekanan untuk menjadi langsing, tapi harus mencoba untuk tetap wajar, karena kesehatan tulang tak dapat diprediksi.'' imbuhnya lagi.

Untuk menghindari resiko osteoporosis, Fiona menegaskan diet seimbang adalah jawabannya. "Kita semua perlu sedikit lemak dalam makanan kita dan kalsium adalah kuncinya. Selain itu, sumber kalsium non-susu seperti buah kering, sayuran berdaun hijau, biji wijen dan tahu juga bagus untuk dikonsumsi."

Sumber: REPUBLIKA.CO.ID, LONDON

Baca selengkapnya...

Rabu, 08 Februari 2012

Tiga Rahasia Perut Ramping


Punya perut ramping dan rata sekarang bukan lagi sekadar mimpi indah. Jadi, untuk Anda yang berniat meratakan perut, ada tiga hal yang bisa membantu. Syaratnya, lakukan secara optimal dan pastikan perut ramping menjadi milik Anda.

Pilih makanan yang tepat

Pilih makanan yang sehat dan kaya dengan lemak baik
Santaplah alpukat. Lemak baik dalam buah ini akan membantu menyingkirkan lemak dari perut Anda.

Makan cokelat. Carilah cokelat yang mengandung 70 persen kakao untuk hasil yang maksimal

Jangan lupakan almond. Dalam satu studi terungkap, para pelaku diet yang menyantap satu genggam almond setiap hari dapat menghilang sekitar 18 persen lemak perut.

Pakailah baju yang menunjang

Agar motivasi makin kuat, cobalah sejumlah baju yang berukuran lebih kecil. Jika Anda mengenakan busana Muslim, tentu saja, pakaian seperti ini hanya bisa dikenakan saat berada di rumah. Namun, jadikan baju kecil ini sebagai motivasi kuat untuk merampingkan perut.

Atau, bisa juga memakai baju dengan motif vertikal yang terlihat dapat merampingkan tubuh dengan salur hitam di bagian pinggang.

Olahraga

Pilihlah gerakan-gerakan yang dapat merampingkan perut. Untuk itu, cobalah tanyakan pada para ahlinya.

Sumber: REPUBLIKA.CO.ID

Baca selengkapnya...

Jumat, 13 Januari 2012

8 Bahan Makanan yang Dapat Memerangi Selulit

Coba cek paha Anda, bagian bawah bokong, atau bagian bawah perut. Jika tekstur kulit Anda di area tersebut cenderung kasar, bergelambir, dan bergurat-gurat penuh lemak, itulah selulit. Selulit bukan hanya masalah yang dialami orang-orang bertubuh gemuk. Bahkan pada yang bertubuh kurus pun, terkadang selulit dapat ditemukan terutama di paha dan bokong.

Selulit disebabkan oleh banyak hal, di antaranya hormon, pola makan, gaya hidup yang tidak sehat, pakaian dalam yang terlalu ketat, dan faktor genetis. Selulit juga tak dapat dihilangkan secara permanen, namun kita bisa mengurangi penumpukan lemak di bawahnya dan membuat selulit terlihat berkurang dan penampakannya tersamar.

Berikut ini delapan bahan makanan yang dipercaya bisa memerangi selulit:

1. Blueberry

Buah mungil berwarna biru ini mengandung polyphenol yang sudah terbukti dapat mengurangi penumpukan lemak.

2. Sayuran hijau, kacang-kacangan, dan bawang putih

Bahan-bahan makanan ini memperkuat fungsi hati sehingga metabolisme tubuh dalam mengusir lemak menjadi lebih cepat.

3. Lemon

Sari lemon membantu mengusir racun dari dalam tubuh, termasuk lemak yang tak sehat. Agar lebih efektif, campurkan lemon dengan teh herbal atau teh jahe.

4. Jus hijau
Setiap hari, sempatkan mengonsumsi jus timun atau jus lain yang terbuat dari sayuran segar dengan kandungan serat yang tinggi.

5. Minyak zaitun

Tinggalkan minyak goreng yang diproduksi di pabrik dan sudah melewati berbagai proses pemanasan yang tak sehat. Gantikan dengan minyak zaitun yang bukan hanya lebih sehat tapi juga lebih enak.

6. Tauge

Tauge dan jenis-jenis kecambah lain memiliki kandungan enzim yang bahkan lebih tinggi dair sayur dan buah. Enzim ini sangat membantu dalam proses pencernaan.

7. Pepaya dan nanas

Sama seperti tauge, kedua buah ini juga memiliki kandungan enzim yang tinggi yang membantu tubuh mencerna bahan makanan termasuk lemak dengan lebih efektif.

8. Air mineral

Jangan bosan membaca artikel yang mengingatkan Anda untuk minum air mineral minimal 8 gelas sehari. Ini adalah kunci penting bukan hanya untuk menjaga kesehatan, tapi juga merawat kecantikan.

Sumber:
Baca selengkapnya...

Sabtu, 05 November 2011

Ubah Gaya Hidup Hindarkan Remaja Terserang Osteoporosis

JIKA berfikir penyakit osteoporosis hanya menyerang usia lanjut, pikiran Anda salah. Mengapa? Karena faktanya, penyakit memburuknya kepadatan tulang lebih cepat dari yang diperoleh secara alami direstrukturisasi oleh tubuh, juga menyerang kalangan usia produktif antara usia 25-35 tahun.

Dewie Darmawan (53), salah seorang penderita osteoporosis yang disebabkan faktor hormonal. Selama delapan tahun, karyawan stasta ini menderita penyakit itu yang awalnya dianggap gejala sakit pinggang dan lutut biasa, sehingga dibiarkan begitu saja karena dianggap tidak mengganggu.

"Pekerjaan di kantor menuntut berada di ruangan hampir setiap hari sehingga tubuh saya tidak bertemu matahari. Belakangan saya sadar kurangnya paparan sinar matahari membuat tulang mengalami gangguan sehingga terkena penyakit ini," kata Dewie saat kegiatan Anlene Boneversation Class yang diikuti puluhan wartawan di Jakarta, belum lama ini.

Celakanya, ia juga bukan termasuk orang yang gemar mengonsumsi susu dan lebih memilih keju sebagai pengganti susu. Ia berpikir itu sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan kalsium tubuhnya. Namun, makin lama dibiarkan rasa nyerinya kian hebat. Ia memutuskan memeriksakan diri ke dokter.

"Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, saya pun dinyatakan menderita Osteoporosis yang disebabkan faktor hormonal dan aku memulai kehidupan dengan penyakit ini serta menjalani pengobatan," ungkapnya.

Dewie tidak sendiri. Mengutip International Osteoporosis Foundation (IOF) tahun 2009 menyebutkan bahwa pada usia 35 tahun, satu dari tiga orang di kawasan Asia berisiko menderita osteoporosis, bahkan pada rentang usia 25 tahun terdeteksi 25 persen di antaranya berisiko terkena penyakit tersebut.

Lantas mengapa kecenderungan menyerang anak muda? Pakar Gizi, dr Fiastuti Witjaksono MS SpGK menyatakan aktivitas yang padat juga gaya hidup yang tak sehat, dan tidak nampaknya gejala di saat masih belum parah membuat perempuan menjadi lengah. Faktor yang memberi efek negatif terhadap tulang konsumsi garam yang berlebihan, kebiasaan rokok, kopi, alkohol dan minuman bersoda.

"Pola diet atau upaya penurunan berat badan yang salah justru akan membuang kalsium. Juga konsumsi terlalu banyak garam. Juga mengonsumsi yang mengandung bahan pengawet, tanpa penyegar rasa," ungkapnya.

Ia menyarankan, kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji atau junk food dihindari, karena biasanya makanan itu mengandung bahan pengawet dan penggunaan garam berlebih. "Apalagi minuman yang mengandung soda, sudah gulanya tinggi, kafeinnya juga tinggi," ungkapnya.

Disamping itu, ada beberapa kalangan muda justru cuek-cuek saja dengan masalah berat badan. Anak muda yang menderita obesitas juga mempunyai kecenderungan terkena osteoporosis.

Sebaliknya, jika berat badan berlebih juga berbahaya. Jadi usahakan mempunyai berat badan ideal. "Jenis kelamin juga menjadi salah satu faktor risiko yang tidak bisa dihindari.

Dibandingkan kaum Adam, kaum hawa lebih rentan terhadap osteoporosis karena mereka mengalami menopause," ungkap Siti Annisa Nuhonni dari Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI) di Jakarta.

Bagi kaum hawa, menjelang menopouse maka orang harus waspada akan adanya penurunan esterogen. Pasalnya, penurunan ini akan memberikan dampak pada tulang yang menyebabkan osteoporosis atau osteopeni. Jadi sudah menjadi kodrat kaum wanita.

"Jadi jangan pernah disesali. Tulang laki-laki memang kuat dan sudah menjadi kodrat," ungkapnya.

Sumber: Tribunnews.com, Eko Sutriyanto

Baca selengkapnya...

Sabtu, 15 Oktober 2011

Mengkonsumsi Tempe Bisa Tunda Osteoporosis Lho

Tempe ternyata memiliki kandungan isoflapon yang dapat merangsang pertumbuhan sel pembentuk tulang. Karenanya kata Dr dr Ketut Siki Kawiyana, SpB Sp OT (K), orang yang mengkonsumsi tempe dapat mencegah atau menunda terjadinya pengeroposan tulang (osteoporosis).

"Mengkonsumsi tempe telah diakui sebagai cara alami untuk menunda osteoporosis pada kaum laki atau perempuan," kata guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Udayana itu.

Kepada wartawan di Denpasar, Jumat (14/10), Siki yang juga Ketua Umum Panitia Nasional Kongres Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (Perosi), menyebutkan, tempe bahkan lebih bagus dibandingkan tahu untuk perawatan tulang. Hal itu karena proses permentasinya dan berbeda dengan tahu yang terlebih dahulu digiling, kacang kedelai pada tempe dikonsumsi apa adanya.

Selain tempe, cara herbal mencegah osteoporosis adalah dengan mengkonsumsi daun semanggi. Tumbuhan dengan tiga helai daun itu, juga memiliki isoflapon yang tinggi, dan tumbuhan ini banyak terdapat di Pulau Jawa.

Sumber: REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR

Baca selengkapnya...

Rabu, 13 Oktober 2010

Soya Shake Membuang Lemak di Perut


Segelas soya shake (minuman kedelai) sehari akan meghindarkan kita dari perut gendut yang sama sekali tidak sehat, apalagi seksi. Penelitian menunjukkan bahwa minuman berbahan dasar kedelai dapat membuang sejumlah lemak yang berakumulasi di perut.
Sebagai informasi, lemak di bagian perut tidak baik bagi kesehatan, meningkatkan risiko lebih besar terkena serangan jantung dan diabetes dibandingkan lemak yang ditemukan di bagian lain tubuh.

Ini karena kedelai, sebuah protein nabati, dengan caranya sendiri mengganggu pemrosesan kelebihan gula menjadi lemak, yang akan membantu 'meratakan' perut dari efek menonjol alias gendut karena lemak berlebih.

Sejumlah studi sebelumnya menunjukkan bahwa kedelai dan tofu, turunan dari produk kedelai, memangkas risiko kanker ovarium dan penyakit jantung.

Pada studi terbaru, para peneliti mengamati efek suplemen kedelai atas kesehatan 15 wanita yang memasuki masa menopause.

Sembilan orang diminta untuk meminum soya shake dengan kandungan 120 kalori, sementara enam orang hanya minum sampel yang tidak mengandung unsur soya.

Setelah tiga bulan minum soya shake, terdapat perbedaan kecil berat badan pada dua kelompok tersebut. Namun hasil pemindaian menunjukkan perbedaan besar pada jumlah lemak di perut para wanita tersebut, diukur dari lingkar pinggangnya.

Mereka yang minum soya shake lemak bagian perutnya menghilang, sementara yang minum sampel tanpa soya lemak perutnya tetap ada, demikian laporan itu diumumkan di pertemuan tahunan American Society for Reproductive Medicine.

Para peneliti dari AS mengatakan temuan itu dapat membuktikan khususnya membaiknya kesehatan secara bermakna pada wanita usia lanjut yang biasanya menimbun lemak setelah menopause.

Penelitian lain yang terbaru menunjukkan bahwa perut gendut meningkatkan risiko terjadinya seranan jantung.

Sebuah studi yang dijalankan selama 12 tahun dan melibatkan lebih dari 100.000 responden laki-laki dan perempuan mengungkap bahwa ukuran lingkar pinggang terkait dengan kesehatan, dimana mereka yang memiliki perut terbesar melebihi 40% tampaknya akan menderita gangguan lebih parah pada arteri, angina dan serangan jantung dibandingkan yang memiliki perut serata papan cucian.
Baca selengkapnya...